Semarak Harlah IPNU IPPNU, Pelajar Kecamatan Kota Gelar Khotmil Qur’an dan Tasyakuran
Wonderfulkota.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah)
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-72 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul
Ulama (IPPNU) ke-71 disambut meriah oleh para pelajar di Kecamatan Kota. Momentum tersebut dirayakan melalui kegiatan Khotmil Qur’an dan
Tasyakuran yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU
Kecamatan Kota bersama Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK)
se-Kecamatan Kota di Gedung Muslimat NU Langgardalem pada Kamis (12/03/26).
Kegiatan
diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an sebagai puncak rangkaian program Tadarus
Bareng yang digagas Departemen Dakwah dan Perekonomian PAC IPNU IPPNU Kota.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua PAC
IPNU IPPNU Kota sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia organisasi.
Ketua PAC IPPNU
Kota, Nadia Syukria Salma, dalam sambutannya mengajak seluruh tamu undangan
untuk menghadiahkan bacaan Surat Al-Fatihah kepada para muassis yang telah
mendirikan dan memperjuangkan IPNU-IPPNU.
“Mari kita
hadiahkan bacaan Surat Al-Fatihah untuk para muassis yang telah mendirikan dan
memperjuangkan organisasi ini. Semoga perjuangan beliau menjadikan IPNU IPPNU
terus berkembang, memiliki regenerasi yang baik, serta melahirkan sumber daya
manusia yang berkualitas,” ujarnya.
Salma juga berharap IPNU dan IPPNU dapat terus menjadi wadah kaderisasi yang bermanfaat serta mampu memberikan kontribusi bagi para pelajar.
Sementara itu,
Ketua PAC IPNU Kota, Muchsin Abdul Chamid, menyampaikan apresiasi kepada rekan
dan rekanita dari PR dan PK yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Ia
menilai usia IPNU dan IPPNU yang telah mencapai puluhan tahun menjadi bukti
panjangnya perjalanan organisasi dalam mencetak kader pelajar.
“Usia IPNU dan
IPPNU sudah tidak muda lagi. Karena itu, menjadi kebanggaan bagi kita semua
dapat berkhidmat di organisasi yang diperjuangkan oleh para muassis. Mari kita
lanjutkan perjuangan ini dan semoga niat baik kita diterima oleh Allah SWT,”
pungkasnya.
Usai prosesi
pemotongan tumpeng, para peserta mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan
berbagi cerita dan pengalaman mengenai makna IPNU IPPNU dalam perjalanan
mereka. Beragam kesan disampaikan, mulai dari pengalaman belajar berorganisasi,
menemukan keluarga baru, hingga proses bertumbuh bersama dalam organisasi.
Momen tersebut
berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi pengingat bahwa
IPNU dan IPPNU bukan sekadar organisasi pelajar, tetapi juga ruang untuk
berproses, bertumbuh, dan berkhidmat.
Penulis : Thalita Ulima

