Semangat menjaga kelestarian alam terus disuarakan melalui berbagai cara yang dekat dengan generasi muda. Salah satunya diwujudkan dalam program BINJAI (Bincang Pelajar Santai) yang mengangkat tema “Eco-Gusjigang: Gusjigang sebagai Kompas Generasi Z dalam Menjaga Ekosistem dan Satwa Endemik Gunung Muria.” Kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui channel YouTube PAC IPNU IPPNU Kota Kudus ini menjadi ruang diskusi yang menghadirkan gagasan segar mengenai pentingnya menjaga lingkungan dengan berlandaskan nilai-nilai lokal yang diwariskan oleh Sunan Kudus.

Menghadirkan Yashinta Indana Zulfha, anggota PeKa Muria sekaligus pegiat konservasi Muria, serta Abu Hasan Asy’ari, Ketua LESBUMI Kudus, diskusi berlangsung hangat dan penuh wawasan. Keduanya mengajak peserta memahami bahwa konsep Gusjigang tidak hanya berkaitan dengan akhlak, ilmu, dan kewirausahaan, tetapi juga dapat menjadi pedoman dalam membangun kepedulian terhadap kelestarian alam. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi generasi masa kini. 

Jalannya acara dipandu oleh dua host, Muhammad Haidar Wafi dan Aulia Khoirotun Hisan, yang berhasil membangun suasana dialog menjadi santai namun tetap berbobot. Melalui berbagai pertanyaan dan interaksi yang mengalir, keduanya mampu menggali pandangan para narasumber sehingga materi yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan pelajar dan mudah dipahami oleh para penonton. 

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ekosistem Gunung Muria beserta satwa endemiknya. Kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar, melainkan dari kebiasaan sehari-hari seperti menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, hingga aktif mengikuti kegiatan pelestarian alam. Dengan demikian, semangat konservasi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi budaya.


Penulis: Halwa Nafisah Azzahra dan Zia Zakka Maula